Akhir Jambatan Hujung Sana

aku bukan yang terbaik
tapi aku bukan yang corot
aku bukan yang pandai
tapi aku bukan yang bodoh
aku bukan yang berbakat
tapi aku bukan buta seni

aku masih menimba
dengan baldi di tangan aku

aku mula merangkak
sebelum aku boleh terbang
aku mula berlampin
sebelum aku berseluar
aku berkaki ayam
sebelum aku berselipar
aku memegang pensel kayu
sebelum memegang pen

aku mula dari mula
agar ku tak lupa asalku

dan tak ku kesah
jika perlu aku kembali merangkak
tidak ku peduli
kalau perlu aku berlampin kembali
tidakku hairan
jika harus aku berkaki ayam dan memijak tahi
akan aku selalu bersedia
memegang semula pensel kayu

semuanya kerana
akhir jambatan dihujung sana
jalannya tidak selalu sempurna
tetapi manisnya, kalah buah mangga

Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: